Logo Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara
Logo RSJ Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang

UPTD Provinsi Sulawesi Utara

RSJ Ratumbuysang

Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang

Kembali ke Pengumuman
PentingKesehatan Jiwa 20 Oktober 2026

Informasi Penyakit

APA ITU GANGGUAN JIWA? Apa itu gangguan jiwa ? Gangguan jiwa adalah sekelompok gejala yang ditandai dengan perubahan pikiran, perasaan dan perilaku seseorang yang menimbulkan hendaya/disfungsi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Beberapa gangguan jiwa yang cukup sering terjadi di masyarakat antara lain adalah: depresi, ansietas/cemas, skizofrenia, bipolar, gangguan kepribadian, dll. Siapakah yang dapat terkena gangguan jiwa ? Gangguan jiwa bisa mengenai siapa saja dengan tingkatan ringan sampai sangat berat. Dikatakan 1 dari 4 orang memiliki risiko untuk terkena gangguan jiwa untuk semua tingkatan usia dari berbagai latar belakang kehidupan. Apakah dampak dari gangguan jiwa ? Mereka yang mengalami gangguan jiwa akan mengalami perubahan dalam pikiran, perasaan dan perilakunya sehingga dapat mengganggu pekerjaan, aktivitas sehari-hari dan pola relasi dengan orang lain. Gangguan jiwa dapat mengganggu fungsi dan produtivitas dalam kehidupan sehari-hari. Apa penyebab dari gangguan jiwa ? Beberapa bukti menunjukkan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor yaitu: biologi, psikologis dan sosial. • Faktor biologi antara lain adalah keturunan/genetik, masa dalam kandungan, proses persalinan, nutrisi, riwayat trauma kepala dan adanya gangguan anatomi dan fisiologi saraf. • Faktor psikologis yang berperan terhadap timbulnya gangguan jiwa antara lain adalah: interaksi dengan orang lain, intelegensia, konsep diri, keterampilan, kreativitas, dan tingkat perkembangan emosional. Faktor sosial yang berpengaruh yaitu: stabilitas keluarga, pola asuh orang tua, adat dan budaya, agama, tingkat ekonomi, nilai dan kepercayaan tertentu. Adanya perubahan pada stabilitas zat kimia (neurotransmiter) di saraf otak diyakini menjadi penyebab munculnya gangguan jiwa. Apa saja gangguan jiwa yang sering ditemui ? • Skizofrenia: Gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya halusinasi (gangguan persepsi panca indera, misalnya mendengar bisikan atau melihat bayangan yang tidak ada sumbernya), delusi/waham (keyakinan yang salah, tidak sesuai realita/logika), gangguan pada pikiran, pembicaraan dan perilaku, dan emosi yang tidak sesuai. • Depresi: Munculnya perasaan yang sedih dan kehilangan minat terhadap segala sesuatu. Pasien dapat mengungkapkan bahwa mereka merasa bersalah, tidak ada harapan, dan tidak berharga. Mudah lelah dan nyeri di beberapa bagian tubuh sering juga dikeluhkan oleh pasien, disertai dengan gangguan pada pola makan dan tidur. Beberapa pasien memiliki risiko untuk bunuh diri pada gangguan ini. • Gangguan Bipolar: Perubahan mood yang naik turun menjadi ciri gangguan ini. Mood yang meningkat (disebut manik/mania/hipomanik) ditandai dengan ide-ide kebesaran, energi yang berlebih, banyak bicara, tidak butuh tidur, banyak ide, dan sering melakukan perilaku yang berisiko. Pada episode selanjutnya bisa terjadi penurunan mood yang disebut depresi, ditandai dengan gejala-gejala seperti di atas. • Ansietas/cemas : Perasaan yang tidak menyenangkan, cemas/khawatir tanpa sebab yang jelas, seringkali disertai oleh gejala otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat, jantung berdebar, sesak nafas, seperti tercekik, mual, muntah, diare, kesemutan, gelisah, dan sebagainya. STRESS TERKAIT PEKERJAAN Apakah Stres itu? Stres terkait pekerjaan adalah pola reaksi yang terjadi saat pekerja dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang tidak sesuai dengan pengetahuan, keterampilan atau kemampuan mereka, sehingga menguji daya adaptasi mereka. Ketika dipersepsikan ada ketidak seimbangan antara tuntutan dan sumber daya lingkungan atau personal, dapat timbul reaksi seperti: • Responfisik: detak jantung meningkat, tekanan darah meningkat, frekuensi napas meningkat, sejalan dengan meningkatnya hormone stres seperti adrenalin dan kortisol. • Responemosi: merasa cemas atau mudah marah • Respon kognitif/pikiran: berkurangnya perhatian dan persepsi, pelupa • Respon perilaku: agresivitas, impulsivitas, membuat kekeliruan Reaksi stres dapat terjadi karena orang terpapar faktor risiko ditempat kerja. Reaksinya dapat bersifat emosional, perilaku, kognitif, dan/atau fisik. Jika reaksi stres berlangsung dalam waktu lama, ada kemungkinan akan berkem- bang menjadi gangguan kesehatan yang menetap dan sulit disembuhkan, seperti kelelahan kronis, masalah tulang-otot (muskuloskeletal) atau penyakit jantung-pembuluh darah (kardiovaskuler). Karakter seseorang, seperti kepribadian, nilai, tujuan, umur, gender, tingkat pendidikan, situasi keluarga akan mempengaruhi kemampuan untuk mengha- dapi tuntutan. Ciri-ciri tersebut akan berinteraksi dengan faktor risiko di tempat kerja dan dapat mencetuskan atau meredam efeknya. Karakteristik fisik dan psikologis, seperti kebugaran fisik atau optimisme yang tinggi, dapat mencetuskan atau meredam reaksi stres dan masalah kesehatan jiwa. Jika pekerja mampu menghadapi kondisi kerja yang menekan, mereka akan lebih berpengalaman dan percaya diri untuk menghadapi kondisi serupa di kemudian hari. Sebaliknya, jika terjadi reaksi stres dan masalah kesehatan, maka kemampuan pekerja untuk berkinerja baik akan berkurang dan mem- perburuk situasi stres, sehingga terjadi kelelahan dan ambruk (breakdown) atau burnout. Beberapa cara untuk menghadapi stres terkait pekerjaan dicantumkan di bawah ini. Sediakan Beragam Aktivitas Kesehatan Latihan fisik dan teknik relaksasi dapat membantu menurunkan respon stres dan memperbaiki kesejahteraan. Ada studi yang menunjukkan bahwa latihan fisik di tempat kerja dapat meningkatkan produktivitas. Menyediakan waktu setengah jam, dua kali seminggu, akan menghasilkan pekerja dengan berat badan yang lebih sehat, tekanan darah lebih rendah, tenaga yang meningkat, jadwal tidur lebih baik dan memperbaiki keterampilan manajemenstres, hanya dalam waktu delapan minggu. Manajemen Stres Lokakarya terjadwal yang melatih pekerja tentang sumber stres, dampaknya terhadap kesehatan dan bagaimana mengurangi stres, akan lebih efektif jika ditunjang dengan teknik praktis manajemen stres yang dapat digunakan di pekerjaan dan di luar kerja. Jeda Latihan Fisik Terprogram Penelitian telah membuktikan bahwa olah raga ringan sampai sedang, seperti berjalan atau yoga, dapat menurunkan kadar kortison yang dapatmengakibat- kan stres. Jalan kaki singkat setiap hari dapat membuat pekerja segar sepanjang hari, mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas. Kelompok Dukungan Stres dapat diredakan manakala pekerja berbagi kekawatirannya tentang- masalah kerja, krisis kehidupan, masalah keluarga, pemberian rawatan dan metode manajemen stres. Kelompok dukungan seperti ini dapat bersifat permanen dan melibatkan pekerja dari semua tingkatan. Strategi Keseimbangan Kerja/Kehidupan Mengembangkan jadwal kerja yang sesuai dengan tuntutan dan tanggungjawab di luar pekerjaan serta menyediakan layanan pendukung dapat mengurangi stres. Berikut beberapa strateginya: Mengatur waktu dalam bekerja. Mengatur waktu bekerja secara efektif sehingga memiliki waktu lebih untuk beristirahat dapat mengurangi stres kerja. Jika memerlukan waktu yang lebih fleksibel dalam bekerja, pemilihanjenis pekerjaan juga sangat penting untuk dipertimbangkan. Berbagi Pekerjaan. Melatih setidaknya dua orang untuk melakukan setiap pekerjaan akan membuat pekerja mempunyai waktu jeda tanpa kehilangan- produktivitas. Bekerja Dari Rumah. Hal ini dapat meningkatkan semangat dan kepuasan kerja, menurunkan stres dan pergantian pekerja, karena pekerja mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap cara mereka bekerja, juga membuat pekerja dapat lebih baik mengatur tuntutan kerja/keluarga. Menikmati waktu makan siang untuk bersantai. Manfaatkan secara efektif waktu makan siang untuk bersantai dan mendorong aktivitas yang menenangkan serta mengurangi stres. Jika ada waktu yang cukup, misalnyada- pat digunakan untuk berjalan kaki ketempat makan siang. Mengatur Peran Kerja Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan/ organisasi untuk membantu mengurangi stres misalnya: • Memberikan beban kerja sesuai dengan kapabilitas dan sumberdaya pekerja • Mengembangkan pekerjaan untuk memberikan kesempatan, mendorong dan menghargai pekerja menggunakan keterampilan mereka • Menetapkan peran dan tanggungjawab pekerja secara jelas • Memberikan kesempatan bagi pekerja untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada pekerjaan mereka • Memperbaiki komunikasi untuk mengurangi ketidakpastian tentang pengembangan karir dan masa depan pekerja • Menyediakan kesempatan untuk interaksi sosial antar pekerja. SAAT TAKUT & CEMAS Apa itu takut atau cemas? Tidak apa-apa jika kadang kamu merasa takut atau cemas. Terkadang kamu takut karena teringat suatu kejadian saat masih kecil atau karena imajinasi (khayalan). Imajinasimu mungkin akan membuatmu cemas terhadap hal-hal seperti kegelapan, petir, serangga, hantu atau monster. Rasa takut atau cemas timbul karena kamu merasa ada sesuatu yang berbahaya akan terjadi padamu sehingga kamu jadi lebih hati-hati. Oleh karena itu rasa takut atau cemas adalah sesuatu yang wajar, asalkan tidak berlebihan. Bagaimana rasanya (reaksi apa yang dapat terjadi ketika aku takut atau cemas)? Ada banyak pikiran dan perasaan yang muncul saat kamu merasa takut atau cemas - seperti ingin lari atau sembunyi, merasa seperti badanmu tertegun/tidak bisa bergerak, perasaan tidak nyaman di perut, atau merasa napasmu menjadi sesak. Saat kamu merasa takut atau cemas di siang hari terkadang kamu bisa menjadi susah tidur di malam hari atau bermimpi buruk. Contoh kejadian yang dapat membuatku takut atau cemas Walaupun mungkin orang lain mengatakan padamu untuk tidak perlu takut, terkadang sulit rasanya untuk tidak merasa takut. Hal-hal yang membuat takut atau cemas : • pindah sekolah dan bertemu teman baru • pindah ke rumah baru • seseorang menyakitimu • sikap orang yang kamu sayang • kesehatan orang yang kamu sayang • bullying (penindasan) • kesehatanmu Apa yang dapat aku lakukan? Banyak hal yang bisa dilakukan agar perasaanmu lebih baik : • Bicara dengan seseorang di keluargamu (orang tua, kakak, saudara) atau seseorang yang kamu percaya (guru, sahabat, dokter) tentang ketakutan dan kecemasanmu. • Menulis buku harian atau menuliskan daftar mengenai masalah apa saja yang terjadi supaya kamu merasa lebih lega. Ingatlah bawa penting untuk mencari bantuan pada keluarga, guru, atau orang yang kamu percaya jika kamu merasa takut sepanjang hari (siang maupun malam hari). Mintalah bantuan keluarga, guru, atau orang yang kamu percaya jika kamu merasa takut sepanjang hari. APAKAH WAHAM? Waham adalah kepercayaan yang salah terhadap sesuatu dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. JENIS-JENIS WAHAM - Waham curiga - Waham agama - Waham kebesaran - Waham nihilistik - Waham somatik TANDA-TANDA WAHAM - Menarik diri - Tidak peduli lingkungan - Bicara dan tertawa sendiri - Ketakutan - Marah tanpa sebab - Bermusuhan dan curiga - Komunikasi kacau Perawatan diri terganggu DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN DENGAN WAHAM  Bimbing klien untuk melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan dan keinginannnya, ajak klien untuk melakukan kegiatan sehari-hari di rumah seperti : menyapu, mengepel, membersihkan tempat tidur, memasak, dll Hindarkan berdebat tentang waham  Jika ketakutan katakan, “anda aman di sini, saya akan bantu anda mempelajari sesuatu yang membuat anda takut”  Berikan obat sesuai dengan aturan  Jangan lupa kontroL - berikan penghargaan terhadap perilaku positif yang dimiliki/dilakukan klien; berikan umpan balik yang tiak menghakimi dan tidak menyalahkan KELUARGA MEMEGANG PERANAN PENTING DALAM MEMBANTU KESEMBUHAN PASIEN PROMOSI KESEHATAN BLUD RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara